3 Tips Menjaga Psikologi Pada Anak Pada Tumbuh Kembangnya

Psikologi anak merupakan sesuatu yang sangat luas dan kompleks, mencakup bagaimanakah anak berubah seiring saat ia beranjak dewasa, mulai dari saat kelahiran hingga masa remaja dan mencoba mengenai beragam perubahan penting yang terjadi pada anak. Misalkan mengapa anak usia 3 tahun, anak usia 7 tahun dan anak usia remaja berbeda hanya semata karena pengalaman mereka akan lingkungan sekitarnya ataukah ini dijuga dipengaruhi oleh perubahan biologis yang terjadi secara internal di dalam tubuh sang anak

Karena psikologi anak begitu luas dan mencoba banyak para periset dan praktisi psikologi yang menjawab berbagai permasalahan dan solusi psikologi sang anak seiring tumbuh kembang anak ke dalam beberapa area yang spesifik.

Para psikolog anak mencoba untuk memahami seluruh aspek pertumbuhan anak, termasuk bagaimanakah seorang anak berpikir belajar, melakukan interaksi dan memberikan tanggapan secara emosional terhadap orang atau benda di sekeliling mereka, berteman, memahami emosi dan bagaimana anak-anak mengembangkan kepribadian, perilaku dan keahlian sang anak.

Masa usia anak-anak merupakan periode perkembangan anak pada usia antara dua tahun hingga enam atau tujuh tahun. Pada masa ini, anak-anak mengalami perkembangan yang pesat, mulai dari segi fisik, emosional, pengetahuan, hingga kemampuan yang dimiliki sang anak

Mengenali Tiga Sisi Perkembangan Psikologi Pada Anak

Ada tiga sisi perkembangan masa usia dini yang berpengaruh pada psikologi anak, yaitu diantaranya:

  1. Tumbuh kembang fisik

Perkembangan fisik anak di usia masih dini merupakan hasil dari interaksi antara faktor keturunan dan lingkungan di sekitarnya. Pada masa ini, penting untuk menciptakan lingkungan yang dapat merangsang pertumbuhan dengan membiarkan anak bereksplorasi dan mencoba hal baru yang dilakukannya. Hal ini karena otak tumbuh pesat pada usia 2-6 tahun, hingga mencapai sekitar 90% otak dewasa, yang diiringi oleh pesatnya kemampuan kognitif atau kemampuan nalar pada anak.

  1. Tumbuh kembang kognitif pada sang anak

Perkembangan kognitif anak sudah mulai dapat dikenali ketika anak-anak sudah mampu belajar dengan menggunakan simbol-simbol, seiring perkembangan linguistik atau kemampuan mereka dalam menguasai bahasa yang digunakan dan dipelajarinya bersama orang tua. Pada masa ini, imajinasi dan memori juga berjalan Hanya saja, anak pada masa ini belum sepenuhnya mampu berpikir logis, hubungan sebab-akibat, dan mengenai waktu.

  1. Tumbuh kembang sosial dan emosional yang berpengaruh pada anak

psikologi anak

Perkembangan sosial dan emosional merupakan dua sisi yang saling berkaitan terhadap psikologi anak. Perkembangan ini biasanya melibatkan perolehan nilai, pengetahuan, dan keterampilan yang memungkinkan anak-anak untuk berhubungan dengan orang lain secara efektif dan berkontribusi bersama keluarga, sekolah dan masyarakat disekitarnya.

  1. Waspadai Pelecehan Psikologis pada anak

Pelecehan psikologis memiliki dampak negatif yang tidak sedikit pada psikologi anak dan hal itu dapat mungkin terjadi. Sayangnya, pelecehan jenis ini biasanya dilakukan oleh orang-orang terdekat, termasuk orangtua, saudara, maupun baby sitter pada anak.

Baca Juga :  Tipe-Tipe Penyakit Diabetes Pada Anak dan Cara Mengobatinya

Jangan anggap remeh pelecehan psikologi pada anak. Beberapa contoh pelecehan psikologis antara lain memanggil dengan sebutan negatif, mempermalukan, mengancam, serta membiarkan anak melihat pelecehan yang dilakukan pada orang lain hal tersebut dapat mempengaruhi pikiran anak. Hal ini sering kita kenal dengan perundungan (bully) yang marak terjadi. Selain itu, pelecehan psikologis juga dapat terjadi ketika orangtua mengabaikan keberadaan anak dan sibuk dengan pekerjaan yang digelutnya, untuk itu bagi para orang tua perhatikan tumbuh kembang sang anak.